Mbak Mardliyah
seorang ibu muda

Cinta……Anugerah Terindah dari Allah

Penulis : Sri Lestari, Jendela Keluarga, Suara Hidayatullah edisi 01/xx11/Mei 2009

Rasulullah SAW suatu saat ingin menolong seorang suami yang bermasalah dengan istrinya. Suami itu bernama Mughits, seorang budak berkulit hitam milik Bani Al-Mughirah. Sedang isterinya, Barirah, seorang budak milik Bani Hilal. Ketika itu Barirah dimerdekakan oleh majikannya, sementara Mughits belum.

Karena perbedaan status sosial itu, Barirah memilih berpisah dengan suaminya. Namun perpisahan itu membuat Mughits sangat sedih. Dengan berlinang air mata, ia memohon kerelaan isterinya untuk tetap hidup bersamanya. Kejadian itu diperhatikan oleh Rasulullah SAW dan berkata kepada pamannya, Abbas RA, “Wahai paman, tidaklah engkau merasa takjub dengan rasa cinta Mughits pada Barirah dan rasa benci Barirah terhadap Mughits? ” Kemudian beliau berkata pada Barirah, “Seandainya engkau kembali kepada Mughits?. Barirah bertanya kepada Nabi SAW, “Wahai Rasulullah, apakah engkau memerintahkanku?”. “Tidak,” kata Rasulullah SAW, “Akan tetapi aku hanya ingin menolongnya.”.” Aku tidak membutuhkannya, “jawab Barirah.

Cinta, Anugerah Ilahi

Cinta adalah rasa`yang terdalam dalam diri manusia. Ia hanya diketahui oleh yang bersangkutan dan Allah SWT yang menggenggam hati manusia. Beragam cara yang dilakukan manusia untuk merebut cinta sang pujaan hati. Cinta itu akan sis-sia bila rasa cinta belum dianugerahkan kepada si dia untuk kita miliki.”Dan di antara tanda-tanda (kebesaran )-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan tentram kepadanya. Dan Dia menjadikan di antaramu rasa cinta dan kasih sayang. Sungguh yang demikian itu benar-benar terdapat tanda(kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir.” (Ar-Rum [30]: 21)

Dari ayat di atas, jelas bahwa Allahlah yang akan menumbuhkan rasa cinta dan kasih sayang antara suami-isteri. Adapun rasa cinta atau sayang antara dua orang yang tidak ada hubungan apa-apa, ia bukanlah cinta yang diridhai Allah SWT. Ia lebih kepada hawa nafsu atau sekadar perasaan yang timbul karena faktor-faktor tertentu. Di antaranya, mungkin seringnya bertemu karena kebetulan satu profesi, satu kantor, teman sekampus dan lain-lain. Perlu diketahui bahwa setan tidak akan henti-hentinya menggoda manusia sampai terjerumus kepada dosa.

Tetapi tidak menutup kemungkinan cinta dalam ikatan perkawinan bisa memudar sebagaimana yang terjadi antara Barirah dan Mughits karena beragam sebab. Hanya iman yang kuat yang dapat melanggengkan rasa cinta dalam perkawinan, karena cintanya dilandasi cinta karena Allah SWT. Namun dari ayat di atas ini pula orang-orang yang membenci islam mengartikan kalimat”….Dia menciptakan pasangan dari jenismu sendiri…….” sebagai pembolehan mencintai dan menikah dengan sesama jenis. Laki-laki menikah dengan laki-laki, perempuan menikah dengan perempuan.

Padahal, arti sebenarnya dari kalimat ini adalah manusia akan menikah dengan manusia, bukan dengan jenis binatang atau bangsa jin. Tidak adayang ditimpa bencana dengan penyakit ini sebagaimana dilakukan umat semasa Nabi Luth as, kecuali orang yang dijauhkan dari pandangan Allah SWT, hingga ia terusir dari pintunya-Nya dan jauh hatinya dari Allah SWT.

” Dan (Kami telah mengutus) Luth (kepada kaumnya) (ingatlah) tatkala ia berkata kepada mereka: ‘Mengapa kamu mengerjakan perbuatan faahisyah itu, yang belum pernah dikerjakan oleh seorangpun (di dunia ini) sebelummu?’ sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untyk melepaskan syahwatmu (kepada mereka), bukan kepada perempuan, kamu benar-benar kaum yang melampaui batas.” (Al-A’raf[7]: 80-81)

Cinta Kasih Suami -Isteri

Rasa cinta yang tumbuh di antara suami-isteri merupakan cinta yang sifatnya fitrah. Tidaklah tercela orang yang senantiasa memiliki rasa cinta asmara kepada pasangan hidupnya yang sah. Bahkan hal itu merupakan kesempurnaan yang semestinya disyukuri. Rasulullah SAW sebagai manusia yang paling mulia dan sosok yang paling sempurna, dianugerahi rasa cinta kepada para isterinya. ketika beliau ditanya oleh sahabatnya yang mulia,’Amr ibnul Ash, “Siapakah manusia yang paling engkau cintai?” Beliau menjawab, “Aisyah.” Aku(Amr ibnul Ash) berkata, Dari kalangan lelaki?” ” ayahnya(Abu Bakar)

Rasululah juga membela dan memuji Khodijah binti Khuwalaid RA ketika Aisyah RA cemburu kepadanya: ” Sesunguhnya aku diberi rezeki yaitu mencintainya?’. Perasaan cinta kepada pasangan hidup kita kadang mengalami gejolak bagaimana pasang surut yang dialami sebuah kehidupan rumah tangga. tinggal bagaimana kita menjaga tumbunya cinta itu agar tidak layu, terlebih mati.

Banyak cara yang dapat dilakukan untuk merawat cinta kasih di antara suami-isteri. Misalnya dengan menumbuhkan rasa saling mengerti dan memahami sifat dan karakter masing-masing. Tidak ada salahnya bila kita memahami dan mengerti dunia kerja pasangan kita. Hal ini akan menumbuhkan sikap saling mendukung dan menguatkan bila suatu saat pasangan kita mengalami permasalahan.

Memperhatikan hal-hal yang terkesan remeh, itu juga bisa`melanggengkan rasa cinta di hati. Contohnya, menjaga penampilan atau mengucapkan kata-kata romantis pada pasangan kita. Rasulullah SAW berkata ” Ucapan suami kepada isterinya: ‘Aku mencintaimu’, tak akan pernah hilang dari hati isterinya untuk selamanya.”

Al-Hasan bin Jahm telah meriwayatkan dari Ali bin Musa Al-Ridha, ” Aku pernah melihat Abu Hasan berhias. Lantas aku bertanya:’ Aku menjadikan dirimu sebagai tebusan dirimu. Apakah engkau sedang menghias diri?’ Ia menjawab:’ Ya, sesungguhnya berhias dan berkeinginan agar tetap tampil indah dipandang mata adalah suatu perbuatan yang dapat menambah kelembutan pada perempuan.Demi Allah, perempuan itu tidak mau memelihara diri disebabkan suaminya tidak mau berhias agar tetap sedap dipandang mata. Sebagian akhlak para nabi ialah menjaga kebersihan, memakai wangi-wangian, mencukur rambut dan mencampuri isteri mereka.”

Cinta Sesungguhnya

Cinta yang senantiasa terpelihara mesra dengan pasangan kita adalah anugerah yang terindah. Namun hendaknya kita bisa menempatkan cinta itu pada tempat yang semestinya. Jangan sampai cinta pada belahan hati melupakan cinta yang seharusnya lebih kita utamakan, yaitu cinta kepada yang mempunyai cinta, AllahSWT. Tidak sedikit manusia yang lalai dan terjerumus karena cinta. Cinta kepada manusia tidak akan berlangsung lama. Maka cinta kepada Allah SWT adalah cinta yang abadi.

Katakanlah: ‘Jika bapak-bapak kalian, anak-anak, saudara-saudara isteri-isteri, kaum keluarga kalian, harta kekayaan yang kalian usahakan, perniagaan yang kalian khawatirkan kerugiannya, rumah-rumah tempa tinggal yang kalian sukai, adalah lebih kalian cintai daripada Allah dan rasul-Nya serta berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya.’ Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik?” (At-Taubah[9]:24).

Satu Tanggapan to “Cinta……Anugerah Terindah dari Allah”

  1. nice post ;)

    cinta memang anugrah


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: