Mbak Mardliyah
seorang ibu muda

Mendidik Anak dengan Ikhlas, Sabar dan Cinta

Mendidik anak harus dibekali dengan tiga kunci yaitu ikhlas, sabar dan cinta. Sudahkah para ibu ikhlas mendidik anaknya? sudahkah para ibu mendidik anaknya dengan sabar? ato sudahkah para ibu mendidik anaknya dengan segenap cinta?. Mendidik anak harus dengan ikhlas karena anak adalah amanah dari Allah SWT. Setiap pasangan suami istri pasti mengharapkan kehadiran anak tapi mengapa terkadang kurang ada kesungguhan dalam mendidiknya terutama dengan sebentuk kata ‘ikhlas’. Taukah bahwa keikhlasan hati orang tua akan membuat pelajaran yang disampaikan mudah diserap dan dipahami anak. Wahai para ibu jangan kalian merasa terbebani dengan kehadirannya akan lebih baik jika kita berusaha mengikhlaskan hati dalam mendidiknya.

Mendidk anak juga harus dengan ‘sabar’. Anak memiliki pribadi yang unik jangan disamakan dengan orang yang telah dewasa. Agar anak bisa tahu mana yang baik dan yang buruk butuh kesabaran orangtua dalam mendidiknya. Tidak spontan anak tahu kalau yang ia perbuat termasuk baik ato buruk. Disinilah peran kita sebagai orangtua dalam mengarahkan. Agar menjadi orangtua yang baik kita dituntut untuk tidak mudah marah, emosi, bosan, dan putus asa.

Mendidik anak juga harus dengan ‘cinta’, jangan orang tua salah artikan makna cinta kepada anak. Setiap anak berbeda dan unik. Ada yang sulit, ada pula yang mudah beradaptasi. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Anak tidak bisa merasakan dan menikmati cinta dan kasih sayang, jika tidak dibuktikan. Bagaimanakah cara kita mengkomunikasikan cinta dan kasih sayang kita, pertama kita sebagai orang tua harus lembut. Dengan kelembutan maka anak akan mendekat dengan kita. Dalam Al-quran Allah berfirman yang artinya : “Maka karena rahmat dari Allah, engkau bersikap lemah lembut terhadap mereka, sekiranya engkau berlaku keras dan berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan dari sekitarmu…….”(QS. Ali Imraan: 159.). Kedua, kita harus menawarkan kebaikan disaat anak sedang melakukan kesalahan, karena anak akan menghargai terhadap orangtua yang menawarkan kebaikan hati padanya. Ketiga pahami alasan anak. Anak selalu memiliki alasan sendiri atas perbuatan yang ia lakukan yang terkadang dianggap orangtua sebagai kesalahan menurut anak-anak bukan kesalahan. Semoga saja kita bisa menjadi orangtua yang ikhlas, sabar dan cinta kepada anak-anak kita.

Belum Ada Tanggapan to “Mendidik Anak dengan Ikhlas, Sabar dan Cinta”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: