Mbak Mardliyah
seorang ibu muda

Jangan Malu Punya Predikat “Ibu Rumah Tangga”

Sebuah predikat ibu rumah tangga terkadang dirasakan remeh oleh sebagian orang. Jujur saja sayapun sempat menganggapnya seperti itu karena berbagai opini yang saya dengar seperti itu.. ……”cuma jadi ibu rumah tangga”. Apalagi jika kita telah menempuh jenjang sekolah yang lebih tinggi lulus sarjana misalnya tapi ujung- ujungnya jadi ibu rumah tangga. Wahai ibu dan calon ibu yang sekarang berpredikat ibu rumah tangga marilah kita percaya diri jika ditanya, pekerjaannya apa sekarang? Jawablah dengan tegas sebagai ibu rumah tangga. Tapi tentu saja berusaha menjadi ibu rumah tangga yang profesional. Insya Allah saya akan belajar memulai dari diri saya sendiri.

Menjadi seorang ibu rumah tangga sangatlah membahagiakan apalagi jika keridhaan suami mengiringi kita. Seolah-olah keridhaan suami tersebut adalah salah satu modal kita untuk ikhlas menjalaninya tapi tentu saja yang paling utama adalah ikhlas lilllahita’ala. Wahai ibu yang tinggal di rumah carilah hikmah dari predikat yang kalian punya, hikmah pertama dengan kita tinggal di rumah adalah Allah memberi banyak kesempatan kepada kita untuk belajar mempersiapkan generasi yang berkualitas . Investasikan anak kita untuk dunia dan akhirat. Begitu mulianya jika seorang wanita berkhidmat menjadi seorang istri dan ibu bagi anak-anak. Janganlah kita ukur kesuksesan berdasar materi yang kita dapat akan tetapi seberapa besar peran kita mempersiapkan calon-calon pemimpin yang berkualitas akhlaknya.

Ibu di rumah memiliki peran yang penting dalam mendidik anak, janganlah hanya dengan kita bisa memberi makan pada anak itu sudah cukup, itu masih sangat kurang……….., jangan hanya sekedar jadi induk. Allah memberi amanah kepada ibu dan ayah untuk menjadikan mereka Khairu Ummah (generasi terbaik). Karakter yang mesti dibentuk adalah kemampuan menyelesaikan masalah (problem solving) dan karakter pemimpin (leader). Jangat bilang itu sulit ya wahai ibu! Insya Allah jika niat kita tulus Allah akan memberikan kemudahan. Wahai ibu, betapa terhormat memerankan diri sebagai pencetak khairu ummah. Melahirkan, mengasuh, mendidik, membina………Bukan pekerjaan murahan.

Wahai ibu dan calon ibu marilah kita bersemangat dengan peran kita sebagai ibu rumah tangga, sebagai ibu dari anak-anak kita. Jika kita menanam maka kitapun yang akan menuai. Semoga kita bisa menanam kebaikan-kebaikan untuk anak kita sehingga kebaikan-kebaikanpun yang akan kita tuai besok…………..amiiin.

Satu Tanggapan to “Jangan Malu Punya Predikat “Ibu Rumah Tangga””

  1. Yah… memang cara berpikir dan sudut pandang masyarakat mengenai ibu rumah tangga harus dirubah….
    Ibu rumah tangga yang profesional, luar biasa….


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: